Prosedur Mengaktifkan Sistem Komputer Untuk dapat mengoperasikan komputer, terlebih dahulu harus tersedia perangkat dasar yang terdiri atas: a.Hardware (perangkat keras, seperti yang terihat pada gambar 1.1) b.Software (perangkat lunak) c.Brainware (pengguna: operator, administrator, atau programmer) Setelah semua perangkat tersedia, maka prosedur untuk mengaktifkan atau menghidupkan sistem komputer adalah sebagai berikut: a.Pastikan semua perangkat computer (CPU, keyboard, monitor, printer, mouse) telah terhubung pada terminalnya masing-masing. b.Sambungkan kabel power monitor, CPU, dan printer ke stop kontak atau sumber tegangan listrik PLN. c.Aktifkan CPU, monitor, maupun printer dengan menekan tombol power pada ketiga perangkat tersebut. d.Tunggu beberapa saat sampai pada layar monitor muncul tampilan desktop. e.Lakukan langkah selanjutnya sesuai dengan program yang diinginkan, dengan cara meng-klik mouse pada menu yang ada pada tampilan desktop. Dalam perangkat keras komputer, proses mengaktifkan komputer sampai diambil alih o leh sistem operasi disebut dengan istilah bootstrap. Ketika listrik pada komputer dialirakan, arus listrik mengalir ke bagian chip yang ada beserta ke rangkaian elektronik lainnya yang tersambung pada mesin tersebut. Umumnya beberapa komponen menunggu hingga mendapatkan suatu perintah untuk bekerja, tetapi ada satu chip yang disebut dengan ROM BIOS (Read Only Memory, Basic Input/Output System). ROM bekerja mengambil kendali pada saat awal sistem mendapat aliran listrik. BIOS berisi seluruh jenis perintah sehingga program tersebut harus sudah diisikan ke dalam BIOS sebelumnya. Dengan diambil alihnya pengaturan komputer oleh BIOS, CPU siap untuk bekerja. Boot merupakan peristiwa untuk memulai operasi dari sebuah komputer. Pada saat komputer mulai diaktifkan, komputer melakukan serangkaian kegiatan awal untuk mempersiapkan sistem agar siap digunakan. Kegiatan tersebut diantaranya melakukan diagnosis terhadap kelengkapan perangkat serta pengecekan dasar dari masing-masing perangkat yang akan mendukung kerjanya. Setelah dilaksanakan diagnosis, langkah berikutnya adalah mengambil sistem operasi sebagai pengontrol kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sistem. Pembahasan khusus tentang sistem operasi akan Anda dapatkan pada modul selanjutnya.